Friday, August 29, 2008

Technical Analysis

Saham ini sudah mengalami overbought. Secara trend saham ini masih long term bullish. Garis uptrend jangka panjang sudah break, hati-hati dengan saham ini.
Sering kali kita membaca atau mendengar kalimat-kalimat di atas baik di riset harian suatu sekuritas maupun dari seorang pengamat di TV. Dari mana mereka bisa mengambil kesimpulan di atas? Jawabnya adalah melalui technical analysis atau lazim dikenal dengan TA. Technical analysis atau analisis teknikal merupakan salah satu tool yang sering digunakan seorang trader maupun investor untuk menganalisis pergerakan harga suatu saham ditinjau dari sisi parameter teknikal. Parameter tersebut antara lain: rata-rata bergerak harga (moving average), volume, kondisi jenuh beli atau jual, formasi candlestick, chart pattern dan lain-lain. TA menggunakan chart (grafik) pergerakan harga suatu saham sebagai medianya. Hal ini dilandasi suatu asumsi bahwa chart tells everything. Rumor, sisi fundamental, psikologi pasar semuanya bisa dilihat dari chart suatu saham. Ketika harga saham bergerak naik, mungkin ada rumor atau berita yang bisa mendorong saham itu naik. Dan itu semua bisa dilihat dari chart. Begitu juga ketika harga cenderung menurun atau mendatar. Turun, naik dan datar ini hanya bisa dilihat melalui chart.
Di dalam TA, kita perlu menggunakan beberapa indicator untuk menentukan kondisi suatu saham. Apakah ia sedang trend naik, turun atau sideways (datar). Ada banyak indicator yang lazim digunakan dalam technical analysis, namun yang diperlukan mungkin hanya sedikit, tergantung selera kita. Media yang diperlukan untuk bisa menganalisis suatu saham secara teknikal tentunya sebuah chart. Kita bisa menggunakan software Metastock, Amibroker atau ChartNexus untuk melakukan analisis grafik. Kalo belum punya software2 tersebut , kita bisa mengambil chartnya via Yahoo! Finance, kemudian di kolom ‘Quote’, ketikkan kode saham yang ingin kita lihat, tambahan akhiran .JK. Contoh: bila kita ingin mencari chart tentang BUMI (PT. Bumi Resources, Tbk), kita tinggal ketik BUMI.JK. .JK ini merupakan ekstensi dari ^JKSE (Jakarta Stock Exchange).
Setelah kita dapatkam chart-nya, kita dapat langsung melakukan analisis teknikal mulai dari sisi candlestick hingga arah trend secara umum. Di tulisan-tulisan berikutnya, kita akan banyak bercerita tentang hal tersebut. Tentunya dari pandangan seorang pemula seperti sayaJ. Kritik dari para jawara saham di negeri ini sangat saya nantikan. Salam

0 comments: