Sunday, August 31, 2008
Indonesia Stock Exchange (^JKSE): A Brief
Indonesia Stock Exchange (IDX) merupakan nama baru dari Bursa Efek Jakarta. Nama Indonesia Stock Exchange (IDX) ini resmi digunakan mulai akhir Nopember 2007 lalu. Indonesia Stock Exchange (IDX) adalah gabungan dari Bursa Efek Jakarta dengan Bursa Efek Surabaya, dimana BEJ merupakan sentra pasar saham sedangkan BES adalah pusatnya jual beli obligasi. Dengan penggabungan dua bursa di Indonesia ini, maka kapitalisasi pasarnya otomatis semakin besar. Para pelaku pasar berharap dengan adanya merger ini mudah-mudahan gairah investasi di pasar modal domestik semakin meningkat, baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya.
Saturday, August 30, 2008
For the Newbies: Online or Offline Trading?
Online trading merupakan aktivitas trading yang kita lakukan melalui layanan online suatu sekuritas (broker). Biasanya kita diberikan semacam software untuk menghubungkan PC kita dengan lantai bursa. Ada juga broker lain yang memberikan fasilitas online trading berbasis web. Ada juga yang menggabungkan keduanya. Bisa lewat web, bisa juga berbasis aplikasi. Intinya, dalam online trading, kita bertindak sebagai broker bagi kita sendiri, dimana kita bisa mengeksekusi jual dan beli saham secara online dan real time. Kita juga bisa menganalisis chart secara online, membaca updated news atau rumors. Singkatnya online trading memberikan kita fasilitas berinteraksi langsung dengan floor bursa secara real time. Kelebihannya:
· fee lebih murah bila dibanding trading secara offline, bisa hemat sampai 0.2%an. memang sedikit sih bedanya, tapi kalo transaksi Anda dah milyaran, 0.2% itu lumayan lhoJ
· bisa melihat langsung proses transaksi melalui running trade
· dapat melihat status transaksi kita melalui order status
· kesalahan eksekusi menjadi tanggung jawab kita sendiri
· potential gain maupun loss bisa kita pantau langsung
· menentukan posisi beli dan jual berdasar keputusan kita sendiri
· mendapat updated news and rumours
· memantau pergerakan indeks regional secara live
· dll
Kelemahannya:
· membuat tangan ‘gatal’ untuk selalu bertransaksiJ, bahkan ketika arah pasar sedang tidak menentu
· bisa membuat kita terbawa emosi pasar (saking seringnya lihat running trade)
· banyak menyita waktu karena bisa saja trading seharian melototin monitor
· kurang cocok bagi tipe investor
· biaya internet yang kadang kurang terkontrol
· dll
Offline trading merupakan nama lain dari bermain saham via broker secara konvensional. Kita daftar sebagai nasabah di suatu sekuritas, kemudian kita akan dilayani oleh seorang AO (account officer) atau AE (account executive) yang bertugas sebagai eksekutor atau order taker dari transaksi kita. Setiap pembicaraan kita dengan para AO/AE ini direkam sebagai bukti bila di kemudian hari ada kesalahan atau complaint mengenai transaksi. Para AO/AE ini juga yang rajin mengirimi kita berbagai riset mengenai outlook pasar, kinerja indeks, prospek saham maupun sekedar pidato gubernur the Fed atau hasil rapat Gubernur BI. Ada beberapa kelebihan yang dimiliki offline trading ini, diantaranya:
· tidak banyak menyita waktu
· lebih tenang dalam bertransaksi, sebab sudah ada AO/AE yang bertanggung jawab
· ketika pasar sedang bergejolak, biasanya para AO/AE berusaha membuat kita tetap tenang dengan tidak melakukan panic buying maupun selling
· cenderung cocok untuk tipe investor, dimana kita tidak terlalu sering memantau pergerakan saham
· dll
Adapun beberapa kelemahannya antara lain:
· fee lebih mahal dibanding online trading (biasanya 0.3 untuk beli, dan 0.4 untuk jual). Total fee jual beli sekitar 0.7%
· tidak bisa memonitor secara live proses transaksi kita
· adanya biaya telepon ke AO/AE
· terkadang ada kesalahan eksekusi dari AO/AE yang berakibat fatal terhadap portofolio kita
· tidak semua AO/AE friendly sama kita
· dll
Setelah membaca penjelasan di atas, tentunya Anda sudah bisa menentukan mana yang akan dipilih. Tentunya disesuaikan dengan tipe Anda. Apakah Anda seorang investor yang biasa menunggu return sampai setahun bahkan lima tahun? Atau Anda mungkin termasuk yang suka daytrading sehingga real time data merupakan acuan Anda?. Atau anda bertipe investor sekaligus juga trader? Semuanya kembali kepada Anda. Mudah-mudahan tulisan ini bisa membantu. Kalau ada komentar, saya sangat nantikan…
There can be miracles when we believe
Salam
· fee lebih murah bila dibanding trading secara offline, bisa hemat sampai 0.2%an. memang sedikit sih bedanya, tapi kalo transaksi Anda dah milyaran, 0.2% itu lumayan lhoJ
· bisa melihat langsung proses transaksi melalui running trade
· dapat melihat status transaksi kita melalui order status
· kesalahan eksekusi menjadi tanggung jawab kita sendiri
· potential gain maupun loss bisa kita pantau langsung
· menentukan posisi beli dan jual berdasar keputusan kita sendiri
· mendapat updated news and rumours
· memantau pergerakan indeks regional secara live
· dll
Kelemahannya:
· membuat tangan ‘gatal’ untuk selalu bertransaksiJ, bahkan ketika arah pasar sedang tidak menentu
· bisa membuat kita terbawa emosi pasar (saking seringnya lihat running trade)
· banyak menyita waktu karena bisa saja trading seharian melototin monitor
· kurang cocok bagi tipe investor
· biaya internet yang kadang kurang terkontrol
· dll
Offline trading merupakan nama lain dari bermain saham via broker secara konvensional. Kita daftar sebagai nasabah di suatu sekuritas, kemudian kita akan dilayani oleh seorang AO (account officer) atau AE (account executive) yang bertugas sebagai eksekutor atau order taker dari transaksi kita. Setiap pembicaraan kita dengan para AO/AE ini direkam sebagai bukti bila di kemudian hari ada kesalahan atau complaint mengenai transaksi. Para AO/AE ini juga yang rajin mengirimi kita berbagai riset mengenai outlook pasar, kinerja indeks, prospek saham maupun sekedar pidato gubernur the Fed atau hasil rapat Gubernur BI. Ada beberapa kelebihan yang dimiliki offline trading ini, diantaranya:
· tidak banyak menyita waktu
· lebih tenang dalam bertransaksi, sebab sudah ada AO/AE yang bertanggung jawab
· ketika pasar sedang bergejolak, biasanya para AO/AE berusaha membuat kita tetap tenang dengan tidak melakukan panic buying maupun selling
· cenderung cocok untuk tipe investor, dimana kita tidak terlalu sering memantau pergerakan saham
· dll
Adapun beberapa kelemahannya antara lain:
· fee lebih mahal dibanding online trading (biasanya 0.3 untuk beli, dan 0.4 untuk jual). Total fee jual beli sekitar 0.7%
· tidak bisa memonitor secara live proses transaksi kita
· adanya biaya telepon ke AO/AE
· terkadang ada kesalahan eksekusi dari AO/AE yang berakibat fatal terhadap portofolio kita
· tidak semua AO/AE friendly sama kita
· dll
Setelah membaca penjelasan di atas, tentunya Anda sudah bisa menentukan mana yang akan dipilih. Tentunya disesuaikan dengan tipe Anda. Apakah Anda seorang investor yang biasa menunggu return sampai setahun bahkan lima tahun? Atau Anda mungkin termasuk yang suka daytrading sehingga real time data merupakan acuan Anda?. Atau anda bertipe investor sekaligus juga trader? Semuanya kembali kepada Anda. Mudah-mudahan tulisan ini bisa membantu. Kalau ada komentar, saya sangat nantikan…
There can be miracles when we believe
Salam
Friday, August 29, 2008
Technical Analysis
Saham ini sudah mengalami overbought. Secara trend saham ini masih long term bullish. Garis uptrend jangka panjang sudah break, hati-hati dengan saham ini.
Sering kali kita membaca atau mendengar kalimat-kalimat di atas baik di riset harian suatu sekuritas maupun dari seorang pengamat di TV. Dari mana mereka bisa mengambil kesimpulan di atas? Jawabnya adalah melalui technical analysis atau lazim dikenal dengan TA. Technical analysis atau analisis teknikal merupakan salah satu tool yang sering digunakan seorang trader maupun investor untuk menganalisis pergerakan harga suatu saham ditinjau dari sisi parameter teknikal. Parameter tersebut antara lain: rata-rata bergerak harga (moving average), volume, kondisi jenuh beli atau jual, formasi candlestick, chart pattern dan lain-lain. TA menggunakan chart (grafik) pergerakan harga suatu saham sebagai medianya. Hal ini dilandasi suatu asumsi bahwa chart tells everything. Rumor, sisi fundamental, psikologi pasar semuanya bisa dilihat dari chart suatu saham. Ketika harga saham bergerak naik, mungkin ada rumor atau berita yang bisa mendorong saham itu naik. Dan itu semua bisa dilihat dari chart. Begitu juga ketika harga cenderung menurun atau mendatar. Turun, naik dan datar ini hanya bisa dilihat melalui chart.
Di dalam TA, kita perlu menggunakan beberapa indicator untuk menentukan kondisi suatu saham. Apakah ia sedang trend naik, turun atau sideways (datar). Ada banyak indicator yang lazim digunakan dalam technical analysis, namun yang diperlukan mungkin hanya sedikit, tergantung selera kita. Media yang diperlukan untuk bisa menganalisis suatu saham secara teknikal tentunya sebuah chart. Kita bisa menggunakan software Metastock, Amibroker atau ChartNexus untuk melakukan analisis grafik. Kalo belum punya software2 tersebut , kita bisa mengambil chartnya via Yahoo! Finance, kemudian di kolom ‘Quote’, ketikkan kode saham yang ingin kita lihat, tambahan akhiran .JK. Contoh: bila kita ingin mencari chart tentang BUMI (PT. Bumi Resources, Tbk), kita tinggal ketik BUMI.JK. .JK ini merupakan ekstensi dari ^JKSE (Jakarta Stock Exchange).
Setelah kita dapatkam chart-nya, kita dapat langsung melakukan analisis teknikal mulai dari sisi candlestick hingga arah trend secara umum. Di tulisan-tulisan berikutnya, kita akan banyak bercerita tentang hal tersebut. Tentunya dari pandangan seorang pemula seperti sayaJ. Kritik dari para jawara saham di negeri ini sangat saya nantikan. Salam
Sering kali kita membaca atau mendengar kalimat-kalimat di atas baik di riset harian suatu sekuritas maupun dari seorang pengamat di TV. Dari mana mereka bisa mengambil kesimpulan di atas? Jawabnya adalah melalui technical analysis atau lazim dikenal dengan TA. Technical analysis atau analisis teknikal merupakan salah satu tool yang sering digunakan seorang trader maupun investor untuk menganalisis pergerakan harga suatu saham ditinjau dari sisi parameter teknikal. Parameter tersebut antara lain: rata-rata bergerak harga (moving average), volume, kondisi jenuh beli atau jual, formasi candlestick, chart pattern dan lain-lain. TA menggunakan chart (grafik) pergerakan harga suatu saham sebagai medianya. Hal ini dilandasi suatu asumsi bahwa chart tells everything. Rumor, sisi fundamental, psikologi pasar semuanya bisa dilihat dari chart suatu saham. Ketika harga saham bergerak naik, mungkin ada rumor atau berita yang bisa mendorong saham itu naik. Dan itu semua bisa dilihat dari chart. Begitu juga ketika harga cenderung menurun atau mendatar. Turun, naik dan datar ini hanya bisa dilihat melalui chart.
Di dalam TA, kita perlu menggunakan beberapa indicator untuk menentukan kondisi suatu saham. Apakah ia sedang trend naik, turun atau sideways (datar). Ada banyak indicator yang lazim digunakan dalam technical analysis, namun yang diperlukan mungkin hanya sedikit, tergantung selera kita. Media yang diperlukan untuk bisa menganalisis suatu saham secara teknikal tentunya sebuah chart. Kita bisa menggunakan software Metastock, Amibroker atau ChartNexus untuk melakukan analisis grafik. Kalo belum punya software2 tersebut , kita bisa mengambil chartnya via Yahoo! Finance, kemudian di kolom ‘Quote’, ketikkan kode saham yang ingin kita lihat, tambahan akhiran .JK. Contoh: bila kita ingin mencari chart tentang BUMI (PT. Bumi Resources, Tbk), kita tinggal ketik BUMI.JK. .JK ini merupakan ekstensi dari ^JKSE (Jakarta Stock Exchange).
Setelah kita dapatkam chart-nya, kita dapat langsung melakukan analisis teknikal mulai dari sisi candlestick hingga arah trend secara umum. Di tulisan-tulisan berikutnya, kita akan banyak bercerita tentang hal tersebut. Tentunya dari pandangan seorang pemula seperti sayaJ. Kritik dari para jawara saham di negeri ini sangat saya nantikan. Salam
Thursday, August 28, 2008
Introducing: Useful DMA 22
mungkin ada yang bertanya apa itu DMA22? DMA22 merupakan singkatan dari day moving average 22 atau kurang lebih artinya rerata harga harian selama 22 hari terakhir. apa kegunaannya dan signifikansinya terhadap efisiensi trading kita? kita akan bahas lebih lanjut. nantikan di posting berikutnya.
ingin kaya di masa pensiun? mulailah berinvestasi dari sekarang...
ingin kaya di masa pensiun? mulailah berinvestasi dari sekarang...
Portfolio Result 270808
here is today trading report:
buy FREN in 101 and 115, sell in 119 and 120
buy ELTY in 345, sell in 350
buy ASRI in 115 and 116, not yet sold
buy PWON in 480, not yet sold
and here is the reasons;
FREN
this stock issued will be acquisited by BTEL
ELTY, ASRI & PWON
from the technical analysis, it's strengthening
buy FREN in 101 and 115, sell in 119 and 120
buy ELTY in 345, sell in 350
buy ASRI in 115 and 116, not yet sold
buy PWON in 480, not yet sold
and here is the reasons;
FREN
this stock issued will be acquisited by BTEL
ELTY, ASRI & PWON
from the technical analysis, it's strengthening
Wednesday, August 27, 2008
Sebuah Awal...
salam semua.
perkenalkan saya Amsi, seorang yang sedang belajar untuk memaknai arti sebuah rasa syukur...
perkenalkan saya Amsi, seorang yang sedang belajar untuk memaknai arti sebuah rasa syukur...
Subscribe to:
Posts (Atom)